Bencana banjir seolah sudah menjadi bencana yang biasa bagi negeri ini. Faktanya Enam bulan terakhir ini sudah terjadi 9 kali bencana banjir besar. Banjir bandang Wosior (Papua Barat) adalah yang terparah karena memakan korban jiwa sangat besar. tercatat 145 orang meninggal, 185 luka berat, 535 luka ringan dan 103 orang masih dicari (Republika.com, 11/10/10), hanya pedih dan duka yang tersisa dihati saudara-saudara kita yang masih hidup disana.
Mengapa banjir ini terjadi??
Menurut Presiden SBY, penyebab banjir di Wasior bukan karena pembalakan hutan liar, tetapi pengaruh alam; curah hujan tinggi dan perubahan cuaca yang sangat terasa. Menteri Kehutanan juga menepis tudingan pembalakan liar di balik bencana di Wasior (Okezone.com, 10/10/10). Menteri Pekerjaan Umumpun menegaskan penyebab banjir adalah evolusi morfologi atau perubahan bentuk tanah yang terjadi di lokasi bencanadan menepis tudingan pembalakan liar/ilegal loging di balik bencana di Wasior (Liputan6.com, 13/10/10).
Namun...
Beda halnya dengan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) yang menilai banjir bandang di Wasior akibat kerusakan hutan di kawasan Kabupaten Teluk Wondama, sekitar 30-40 persen hutan di kawasan Hutan Suaka Alam Gunung Wondiboi dan kawasan Taman Nasional Laut Teruk Cenderawasih mengalami alih fungsi.(Walhi.or.id). selain itu faktor alam yang rentan akibat eksploitasi manusia dengan intensitas sangat tinggi, sehingga ketika hujan datang banjir bandang tak bisa dihindari (metrotvnews .com) Sekretaris Eksekutif Foker LSM Papua di Jayapura, juga menyatakan Hutan di wilayah itu telah dibabat habis. Akibatnya, saat hujan datang, tanah tak bisa menyerap air dan menimbulkan bencana. Di belakang Kota Wasior itu ada sebuah telaga. Telaga itu hancur dan menciptakan banjir. Jika saja ada hutan di sekitar itu, air mungkin bisa saja diserap ke dalam tanah (Tabloidjubi.com, 11/11/10).
Dapat kita cermati juga bahwa faktanya sekarang ini hutan dipandang sebagai sumber penghasil uang yang melimpah. Saat ini di Papua Barat banyak perusahaan industri ekstraktif yang telah mengantongi ijin dari pemerintah untuk melakukan eksploitasi, 20 perusahann HPH(hak Pengusaan Hutan),16 perusahaan tambang mineral dan batu bara, 13 perusahaan minyak bumi dan gas dan sejumlah perusahaan perkebunan, jika mereka menyegerakan ekspolitasinya bencana demi bencana akan terjadi silih berganti.
Sungguh Luar Biasa ketika pemerintah mengatakan Bahwa kejadian banjir yang telah banyak menelan korban jiwa dan kerugian materiil yang besar serta beban psikologis bagi para korbannya dianggap karena kejadian alam semata.
Tentu tidak bisa kalau kita menyalahkan Tuhan. Kita sebagai manusia telah diberikan Allah kenikmatan yang luar biasa yaitu dengan disediakaanya alam sebagai faedah dan rahmat yang besar untuk kita manusia bisa merawat dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Namun manusia itu serakah, sudah diberikan kenikmatan, namun mereka tetap saja tamak dan serakah untuk mengekploitasi hutan. Mereka ingin menguasai sendiri hutan, mengeksploitasi besar-besaran tanpa mempedulikan dampak yang akan timbul akibat ulah buruknya itu. Kondisi ini juga mengggambarkan bagaimana Negara / Pemerintah abai dalam memberikan rasa aman dan hidup yang sejahtera bagi warga.
Allah SWT tegas menyatakan dalam (QS ar-Rum 41) yang artinya :
Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan karena ulah (kemaksiatan) manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Kemaksiatan terbesar tentu saja saat hukum-hukum Allah SWT dicampakkan manusia, tidak diterapkan dalam kehidupan. Saat manusia berpaling dari syariah-Nya, maka kesempitan hiduplah yang bakal mereka rasakan, di antaranya ditimpa berbagai bencana yang menimpa mereka (lihat: QS. Thaha ayat 124)
Lalu...Bagaimana Seharusnya??
· Terkait dengan banjir wasior, Peran kita serta pemerintah harus segera memberikan bantuan, apapun yang bisa kita lakukan, karena mereka adalah saudara kita.
· Pemerintah harus segera mencabut kembali ijin yang diberikan keada pengusaha/perusahaan yang berpotensi menimbulkan kerusakan
· Pemerintah harus membuat kebijakan pengelolan alam di Papua dan di Indonesia secara keseluruhan yang ramah lingkuman dan berkeadilan dan berpihak pada mayoritas masyarakat
Sungguh berbagi bencana yang menimpa merupakan menjadi pelajaran dan peringatan yang seharusnya mendorong penguasa dan rakyat untuk lebih bertaqwa dan mencampakan kemaksiatan mereka pada Allah, lalu bersegera menerapkan syariahNya secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, pastilah Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumisebagaiman janji Allah Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (QS al-A’raf [7]: 96).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar