Minggu, 12 Desember 2010

Geger lagi - geger lagi. Belum usai serangan Israel ke palestina, makin panas lagi dengan adanya konflik antara 2 korea (Selatan dan Utara) yang notabene didalangi oleh AS.
 Memang tidak semua konflik yang terjadi diberbagai Negara semata-mata karena ulah Amerika, namun AS banyak memicu terjadinya konflik di dunia termasuk dua Korea ini. Bagaimana tidak saat ini produk cina sedang membanjiri dunia khususnya Asia, tentu hal ini membuat Amerika yang kondisi ekonominya sudah diujung tanduk menjadi kebakaran jenggot. Menurut Kompas.Com (29/11/2010) Ketegangan di emenanjung korea bukanlah antara korea utara dan korea selatan melainkan AS dengan Cina. Kondisi memanas ini dikarenakan: pertama, tuntutan Presiden AS kepada cina agar menaikkan nilai mata uangnya terhadap dolar namun cina menolak dengan alasan bahwa permasalahan itu berada di amerika yang menyebabkan neraca perdagangannya defisit terhadap cina. Kedua, Amerika mencetak banyak uang untuk menekan kurs mata uang cina walhasil AS menghadapi masalah Inflasi dan perekonomiannya semakin lemah, ketiga, bertambahnya kekuatan cina dalam menghadapi Amerika. 
 AS memang negara yang ingin menang sendiri tidak boleh ada satupun Negara yang bisa menyaingi dunia, selain itu AS dengan kerjasamnyaa diberbagai bidang dengan negara-negara yang berpotensi menjadi ancaman bagi Barat(AS) untuk berkuasa dan tetap bisa mengusai dunia. Barat akan terus berupaya agar keberadaan dan kekuasaannya tetap diakui oleh masyarakat dunia karena tak mungkin Negara kafir tersebut akan bisa untuk berhenti mengacaukan ketentraman dunia utamanya bagi kaum muslimin.

Lalu apa hubungannya dengan Indonesia??..

 Indonesia akan berada dalam piha mana? Indonesia harus belajar dari berbagai konflik yang pernah terjadi, dan janganlah kita mudah untuk terpengaruh hingga terjebak atas hegemoni dari kaum kafir imperialis. Atas konflik antara 2 Korea, indonesia harus waspada dan tidak boleh terlibatjauh dalam konflik ini karena hanya akan menimbulkan keuntungan bagi kaum kafir semata. Indonesia wajib tidak berdiri di sisi Amerika maupun Cina karena kedua negara itu ujung-ujungnya hanyalah ingin meraih keuntungan pribadi negara mereka, Indonesia tidak akan dapat apa-apa yang ada hanyalah kesengsaraan belaka.
 Sebagai seorang muslim, kita wajib mempercayai bahwa kemuliaan hanyalah berada di tangan ALLOH semata. Seperti firman ALLOH dalam (QS.Al-Munafiqun;8) ”Kekuatan itu hanyalah bagi Allah ,bagi rosulnya dan bagi ornag-orang mukmin.tetapi orang-orang munafiq itu tiada mengetahui”. 
Sobat, Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negeri kaum muslim terbesar di dunia, kekayaan alam yang melimpah, letak indonesia yang strategis akan mampu berpeluang besar untuk Indonesia menjadi sebuah negara Adidaya. Namun Indonesia tidak mungkin menjadi negara yang kuat, negara ini tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya, kecuali hanya dengan diterapkannya Islam dalam berbagai sendi kehidupan dalam naungan KHILAFAH ISLAMIYAH.